PARIYEM, 76 Tahun

  • Jalan Ngemplak, Ngampo, Kismoyoso, Kabupaten Boyolali, Central Java, Indonesia
  • 01 Januari 1950
  • pedagang semprong, romeo, dan enting enting
Dana Terkumpul Rp 0
Target: Rp 25,000,000
Kegiatan Sehari-hari

Alhamdulillah hari ini sekitar pukul 12.20, pulang dari study melewati jalan yang berada pas di sebelah timur Gor Bulutangkis Stadion Manahan, saya berjumpa dengan sosok tangguh dan penuh motivasi. Beliau adalah Mbah Pariyem, bertempat tinggal di Ngemplak, Kismoyoso, Kabupaten Boyolali. Ketika saya menanyakan umur juga anak, beliau kesulitan untuk mengingat. Tapi beliau menjelaskan bahwa anak anaknya sudah mentas juga berkeluarga semua. Suami beliau sudah lama meninggal, jadi Mbah Pariyem pun hidup sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari, beliau berjualan semprong, romeo, dan enting enting. Berangkat dari rumah pagi pagi sekitar pukul 06.30 beliau naik angkot untuk menuju Surakarta. Beliau menjajakan dagangan di sekitar Sriwedari, Stadion Manahan, dan Nusukan dengan berjalan kaki menggendong barang dagangan dibawah panas teriknya matahari. Sesekali beliau beristirahat untuk minum dengan bekal air putih yang dibawa dari rumah. Jikalau sudah sore, beliau menuju sekitaran Terminal Tirtonadi untuk naik angkot pulang ke kediaman. Satu pelajaran hari ini yang bisa saya terima tentang kegigihan hidup, semangat pantang menyerah, dan sikap bersyukur atas apapun yang Alloh berikan untuk dapat diterima dan diupayakan dengan sebaik baiknya. Bagi sahabat KNS yang menjumpai beliau, sempatkan untuk mengobrol dan membeli dagangan Mbah Pariyem. BELILAH WALAU TAK BUTUH, KARENA DISETIAP RISKY DAN HARTA KITA, ADA SEBAGIAN YANG MENJADI HAK ORANG LAIN. Sumber dari : https://www.instagram.com/p/BLcXfdqjMb0/?hl=id&taken-by=ketimbang.ngemis.soloo

Latar Belakang