WOSODIKROMO, 56 Tahun

  • Wonorejo, Ngawi Regency, East Java, Indonesia
  • 01 Januari 1970
  • Jualan Mainan
Dana Terkumpul Rp 0
Target: Rp 11,500,000
Kegiatan Sehari-hari

Mbah Wosodikromo kakek asal Desa Wonorejo, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, ini mengaku kelahiran 1922 silam. Sehingga kalau dihitung-hitung dari tahun sekarang ini umur Wosodikromo sudah menginjak 93 tahun. Mbah Woso-panggilan akrabnya masih mampu berjualan barang mainan anak-anak yang ditaruh didalam gerobaknya. kakek satu anak satu cucu tersebut setiap harinya mampu menarik gerobak daganganya sejauh lebih dari 25 kilometer menuju pasar Paron masuk Kecamatan Paron dengan jalan kaki. “Setahu saya Mbah Woso ini setiap harinya pulang pergi dari rumah harus menempuh puluhan kilometer dari rumahnya menuju pasar sini Dan itupun dengan jalan kaki. Mbah Woso mengatakan hanya kesabaran hidup kunci utamanya, dia masih menikmati kehidupan meskipun umur sebayanya rata-rata sudah meninggal. Untuk makan saja tandasnya lagi, dia harus berjibaku dengan barang daganganya kalau laku tentunya makan, kalau tidak untuk sementara waktu menahan lapar. “Hidup ini kan tidak perlu obat atau apa saja menurut saya. Sabar menjalani hidup dengan banyak halangan itu saja. Seperti makan saja, Mbahe ini harus nunggu dagangan laku terlebih dahulu,” beber Mbah Woso. Ketika ditanya mengapa umurnya yang hampir satu abad tidak istirahat saja dirumah, namun Mbah Woso cukup menjawab satu kalimat. Sampai hidupnya berakhir dia tidak mau merepotkan orang lain selama mampu untuk melakukan pekerjaan demi mempertahankan hidup. "Sehat terus ya Mbah, semoga banyak rejeki dan semangat dan dalam menghadapi hidup menginspirasi kita semua" . Sumber: @Sukasuka 15 @CakBudi Instagram https://www.instagram.com/p/BIu1jPEAvUR/?taken-by=cakbudi_

Latar Belakang